Melihat dia yang istimewa bersinar bersama rerumputan. Sayang sangat disayangkan, temanku menyukainya juga. Dia cerita padaku dengan riang dan parau, tapi hati ini juga tergores karna bagiku sangatlah sulit menyukai seseorang. Terlalu tinggi hingga sulit digapai, tipeku kelak memang seperti itu. Seperti kutipan lagu "Punya pacar harus lebih baik. Punya pacar harus lebih keren" hmmmmm.
"Ahahaha! Cieeee" ucapku
"Sst! Nanti ketahuan. Malu akutu" ucap temanku, Yeorum
"Nanti direbut orang gimana?"
"Yhaaa salah siapa Luan dong?"
"Masih banyak wowok di dunia ini"
"(Pft, masih banyak wowok di dunia 2D blek)" batinku mengejek
*Ribut *ribut
"Ih ih ada yang berantam tu"
"Mana? Mana?"
"Dekat kamar mandi"
"Tunggu aku lah woooy!! Tungguuuu woy!"
"Lama sih"
Terdengar keramaian diluar kaki lima kelasku.
Aku yang tidak peduli pun diam dan kembali ke kursi mejaku.
"Eh lihat yuk" ajak Yeorum.
"Agh! Gak mau" aku menolak
"Um yaudah deh" dia pergi dan mengajak teman yang lain untuk menonton keributan itu.
Entah kenapa orang senang sekali dengan keributan, padahal bisa membahayakan diri sendiri. Yaaa seperti kita terkena serangannya atau fitnah. Padahal juga tidak bisa melerai. Buang buang energi, buang-buang waktu, pft.
(Aku butuh teman yang agak kalem gitu, ada gak? :D kalau bisa pun, ajak aku ke duniamu yang bisa dibaca para penonton itu wahai karakter karakter komik •_•)
Sumber: https://images.app.goo.gl/35BTZNNXjPAPFcwv7
Tapi yang sebenarnya dalam hatiku yang terdalam
Sumber: https://images.app.goo.gl/GrEpgqQ8XDhTwEAw9
Tidak ada komentar:
Posting Komentar